middle ad

Perbedaan Pengertian Bid'ah Antara Dua Golongan

السلام عليكم  و  رحمة الله  و  بركاته 

Puji Syukur kehadirat Allah Subhanahu wa ta'ala yang telah melimpahkan rahmat taufiq serta inayah-Nya kepada kita semua. Salawat serta salam mari kita haturkan pada junjungan kita, Sayyidina Muhammad Rasulillah shallaAllahu 'alaihi wa alihi wa sallam.

Ada sebuah ungkapan bahwa tak kenal maka tak sayang. Begitulah makna yang sekian kali terucap saat kali pertama perjumpaan antar-sesama-manusia. Bahkan di dalam ilmu pengetahuan sekalipun perkenalan kepada hal yang akan dibahas adalah awal sebelum memasuki materi yang akan dipelajari.

Satu hal sering kita temui adalah adanya kontroversi yang akibat perbedaan makna yang kabur itulah membuat seseorang yang memiliki argumen memiliki kebenaran tersendiri. Sering kita temui perdebatan sengit tentang bid'ah di kalangan golongan tertentu terhadap golongan tertentu pula yang tidak diketemui titik temu di antara keduanya. Bagaimana tidak, jika bukan karena pengertian yang kedua golongan itu memiliki persepsi yang berbeda.

Perlu diingat bahwa seharusnya masalah khilafiyah yang ada saat ini tidaklah perlu diperbincangkan apalagi sampai diperdebatkan. Keduanya memiliki kebenaran sendiri-sendiri yang mau tidak mau harus diterima. Bukankah setiap muslim itu bersaudara? Buat apa mempermalukan agama sendiri dengan bertindak yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam.

Adalah perbedaan makna bid'ah di antara dua golongan kita sebut saja adalah golongan X yang membagi bid'ah ada bid'ah hasanah, dan golongan Y yang membagi bid'ah ke dalam bid'ah dalam hal ibadah syar'iyyah.

Berikut pengertian bid'ah dari masing-masing golongan:
Golongan X : Bid'ah merupakan sesuatu perbuatan yang tidak dilakukan oleh Rasulullah dalam menjalankan suatu kegiatan ibadah.
Golongan ini seringkali berpendapat bahwa bid'ah adalah cukup pada sesuatu hal ibadah syar'iyyah yang tidak dilakukan Rasulullah tetapi boleh dilakukan. Contohnya adalah: penggunaan كبيرا و الحمد لله كثيرا pada lafadz doa iftitah dalam shalat. Ini adalah lafadz salah seorang sahabat yang mana pada masa Rasulullah sahabat ini shalat dengan doa iftitah yang tidak diajarkan oleh Rasulullah. Tetapi pada saat Rasulullah melihatnya shalat dengan menggunakan do'a iftitah seperti itu Rasulullah justru berkata bahwa ribuan malaikat berebut mencatat amal perbuatannya akibat membaca lafadz tersebut sebagai do'a iftitah. Dan masih banyak lagi lainnya.
Golongan Y berbendapat berbeda, menurut golongan ini, bid'ah adalah menambahkan ibadah syar'iyyah yang tidak pernah dicontohkan apalagi tidak pernah ada di zaman Rasulullah. Jadi menurut golongan ini, pendapat golongan X di atas adalah bukan termasuk bid'ah karena hal tersebut sudah ada di zaman Rasulullah. Adapun contoh bid'ah menurut golongan ini adalah dianjurkannya hal yang tidak wajib seolah diwajibkan untuk dilakukan sebagai bagian dari ibadah. Misalnya yaitu tahlilan dan yasinan.

Dari kedua golongan tersebut sungguh ada perbedaan makna bid'ah di antara keduanya. Yang mana keduanya ini memiliki kebenaran. Oleh karena itu, alangkah baiknya hal yang seperti demikian tidaklah patut lama-lama diperdebatkan mana yang benar dan mana yang salah, karena semakin lama akan menjadi semakin jlimet dan membuat orang kafir enggan masuk Islam. Padahal Islam itu Indah.
Seharusnya hal yang menjadi masalah bukanlah bid'ah itu sendiri, akan tetapi bagaimana orang tersebut dapat benar-benar hatinya mengagungkan Allah dan benar-benar menuhankan Allah, sehingga tidak mendekati ke dalam jurang kemusyrikan.

Semoga Allah melimpahkan rahmat dan ridlanya kepada kita semua. Aamiin.

و الله الموافق الى اقوام الطارك
و السلام عليكم و رحمة الله و بركاته
Similar Videos

0 komentar: